Rabu, 07 Januari 2009

MEMAHAMI KODE BAN

Tidak semua orang memahami apa yang tertulis pada sebuah ban.tetapi sebaiknya anda perlu mengetahui arti dari sebuah angka dan huruf sebagai kode yang melekat pada dinding ban.

Ada berbagai macam jenis,ukuran,dan merek ban yang beredar di pasaran.sebelum membeli dan menggunakannya,sebaiknya anda mengetahui kode pada ban berikut ini :

Ukuran diameter/ring ban :
R 13 :untuk diameter 13 inci
R 14 :untuk diameter 14 inci
R 16 :untuk diameter 16 inci

Telapak ban dapat di lihat dari angka-angka 225/50 yang berarti lebar telapak ban adalah 225 mm.

Batas kecepatan yang dianjurkan :
Q untuk kecepatan maksimum 160 km/jam.
S untuk kecepatan malsimum 180 km/jam.
T untuk kecepatan maksimum 190 km/jam.
U untuk kecepatan maksimum 200 km/jam.
H untuk kecepatan maksimum 210 km/jam.
V untuk kecepatan maksimum 240 km/jam.
W untuk kecepatan maksimum 270 km/jam.
Y untuk kecepatan maksimum 300 km/jam.
Z untuk kecepatan maksimum 340 km/jam.

Daya cengkram ban terhadap sebuah permukaan jelas bermula dari kode A,B dan C.kode huruf A artinya ban tersebut memiliki daya cengkram yang paling tinggi.berikutnya baru B,C dan seterusnya.

Angka perbandingan yang menunjukan ketahanan sebuah ban,diperoleh berdasarkan hasil coba di lapangan juga ditentukan pemerintah setempat.seperti angka 150 dapat di ukur dengan daya tahan yang lebih baik dari pada angka 100.

PEMERIKSAAN TEKANAN KOMPRESI

1.Pastikan oli mesin cukup dan aki punya setrum penuh

2.Panaskan mesin sampai suhu kerja normal,matikan mesin

3.Lepaskan semua busi

4.Pasang alat ukur kompresi pada lubang busi silinder no.1

5.Injak pedal gas sampai habis

6.Start mesin hingga tekanan kompresi mencapai nilai tertinggi

7.Lakukan tes yang sama pada lubang silinder yang lain

Tekanan kompresi,standar = 11kg/cm
Limit = 9,0 kg/cm

8.Bila rendah atau tidak rata,lakukan tes ulang setelah memasangkan busi ke dalam lubang silinder yang nilai kompresinya paling rendah:

a.Bila tekanan kompresi naik,berarti ring piston silinder aus

b.Bila tekanan tidak naik,tandanya permukaan kepala silinder tidak rapat

c.Bila dua silinder yang berdekatan tekananya naik,kemungkinan penyebabnya adalah karter silinder di antara dua silinder itu sudah bocor.

AC Dingin Dan Irit Bensin


Menghemat pemakaian bensin tidak selalu harus pakai alat penghemat BBM. Ternyata, lewat perawatan sistem AC agar selalu bekerja normal pun juga bisa menghemat pemakaian bensin. Lho kok bisa ya?

Ceritanya begini. Kinerja AC didukung beberapa komponen diantaranya kompresor AC, blower, dryer dan thermostat AC (sensor suhu). Nah, dari komponen-komponen tadi, thermostat sangat besar pengaruhnya terhadap konsumsi BBM.

"Kalau sensor thermostat kerjanya ngaco/rusak, meskipun kerja AC bagus ataupun freon penuh bisa mempengaruhi konsumsi BBM lebih boros. Thermostat kerjanya mendeteksi suhu ruangan mobil. Jika suhu yang diatur terpenuhi, thermostat akan memutuskan kinerja kompresor. Jika thermostat ngaco maka kompresor akan bekerja terus-menerus. Inilah yang bikin BBM lebih boros,"

Minim setahun sekali kerja AC dicek. Selain AC lebih dingin juga tidak boros bensin, Kalau thermostat AC rusak, musti diganti. Biayanya juga murah, cukup rogoh kocek sekitar Rp 75.000,- tergantung jenis mobil dan tipe.